Depok, MCNID.net--Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, KH M Cholil Nafis, mengajak umat Islam untuk senantiasa berbuat baik kepada siapa pun tanpa memandang balasan dari sesama manusia.
Hal tersebut disampaikan dalam ceramahnya pada pengajian Sabtu Mujahadah yang mengkaji Kitab Maudzotul Mu'minin di Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).
Dalam tausiahnya, Kiai Cholil menyoroti kekeliruan masyarakat yang kerap berhenti berbuat baik hanya karena pernah disakiti atau dikhianti oleh orang lain. Menurutnya, landasan utama seorang Muslim dalam menebar kebaikan bukanlah respons manusia, melainkan bentuk ketaatan terhadap perintah Allah SWT.
"Seringkali kita mau berbuat baik nunggu orang itu berbuat baik sama kita. Tapi kepada orang lain, jangan berhenti berbuat baik. Kenapa? Karena kita berbuat baik itu bukan karena dia, tapi karena perintah dari Allah," tegas Kiai Cholil.
Wakil Ketua Umum MUI ini menjelaskan bahwa keberadaan tetangga atau teman yang berkarakter kurang baik sejatinya merupakan cobaan hidup. Cobaan tersebut hadir untuk menguji sejauh mana konsistensi seorang hamba dalam menjaga keluhuran akhlaknya.
Meski demikian, Kiai Cholil menerangkan bahwa memberikan ketegasan kepada orang yang berbuat buruk tetap diperbolehkan, asalkan tidak didasari oleh rasa dendam. Tindakan tersebut bertujuan sebagai edukasi (al-mawāni' wa al-jawājir) agar pelaku jera dan orang lain terhindar dari perbuatan buruk yang sama.
Lebih jauh, Kiai Cholil menekankan bahwa nikmatnya berbuat baik dan beribadah tidak datang secara instan, melainkan membutuhkan proses pembiasaan serta mujahadah (upaya sungguh-sungguh). Seseorang yang memiliki jiwa yang sehat akan merasakan kenikmatan dan kebahagiaan tersendiri saat mampu berbagi dan membantu sesama.
"Awalnya memberi itu berat, tapi latihan, latihan, latihan, menjadi nyaman memberi pada orang. Kalau jiwanya sehat, memberi itu menyenangkan," ujarnya.




