Jakarta, MCNID.net--Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, KH M Cholil Nafis, mendorong masyarakat untuk senantiasa mengedepankan budaya husnudzon (berbaik sangka) demi mencegah terjadinya perpecahan, rasa saling curiga, dan ketidakadilan dalam kehidupan bermasyarakat.
"Hati-hati Anda dengan berpraduga, prasangka. Prasangka itu melihat sesuatu hanya praduga, tidak ada bukti. Kalau kita berprasangka saja lalu kita menghukumi, maka pasti ia banyak dosa, pasti banyak salahnya. Oleh karena itu kita hati-hati dari suudzon, yang dikembangkan adalah husnudzon," tegas KH M Cholil Nafis kepada MCNID.net pada Senin (28/9/2026).
Kiai Cholil menjelaskan bahwa sikap menghakimi orang lain berdasarkan pandangan mata atau penampilan fisik semata rentan memicu prasangka buruk. Menurutnya, subjektivitas penglihatan kerap kali dikendalikan oleh emosi dan isi pikiran, bukan fakta yang sebenarnya.
"Mata kita ini enggak bisa menjadikan hakim satu-satunya. Subjektivitas mata itu muncul karena apa? Subjektivitas dari pikiran kita. Jangan sampai kita belum mengenal lalu kita melakukan diskriminasi, memvonis, sehingga melahirkan ketidakadilan dalam bergaul," ujar Kiai Cholil.
Lebih lanjut, Kiai Cholil menerangkan bahwa memelihara prasangka buruk (suudzon) hanya akan mempersempit ruang gerak hidup dan merusak jalinan silaturahmi antarwarga. Sebaliknya, membiasakan diri untuk berbaik sangka akan melahirkan rasa optimisme dan kedamaian di tengah kehidupan bermasyarakat.
"Kalau yang dikembangkan adalah suudzon, maka akan menjadi orang yang banyak musuhnya dan akan sempit hidupnya. Ke mana-mana kita suudzon. Tapi kalau dikembangkan husnudzon, akan lahir optimisme," tambahnya.
Wakil Ketua Umum MUI ini berpesan agar masyarakat tidak tertipu oleh simbol atau penampilan luar semata, melainkan melihat ketulusan seseorang melalui sikap dan perilaku konsistennya dalam jangka panjang.
"Jangan sampai kita terjebak dengan pandangan mata kita. Mari perlakukannya dia dengan baik dan berbaik sangka, InsyaAllah akan terlestarikan pergaulan yang harmonis," kata CEO Amanah Zakat ini.




