Jakarta, MCNID.net--Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, mengatakan bahwa kejujuran (al-shidqu) dan integritas diri merupakan modal yang wajib dimiliki generasi muda dalam menatap masa depan bangsa. Menurutnya, nilai tersebut menjadi penting untuk membangun kepercayaan publik, terlebih di tengah pesatnya perkembangan era digital.
Prof Niam menyebutkan bahwa ikrar bersejarah Sumpah Pemuda 97 tahun silam tidak hanya melahirkan komitmen persatuan, tetapi juga memancarkan pesan kejujuran dan integritas yang mendalam atas tekad bersama mewujudkan identitas tunggal, Indonesia.
Prof Niam menjelaskan bahwa kejujuran adalah salah satu akhlak mulia yang diteladankan oleh Nabi Muhammad SAW jauh sebelum beliau diangkat menjadi Rasul. Sejak usia muda, Rasulullah SAW telah dikenal publik dengan gelar al-Amin karena senantiasa menjunjung tinggi kejujuran, baik dalam bertutur kata maupun dalam berdagang.
"Kejujuran melahirkan kepercayaan, dan kepercayaan menjadi modal besar yang bersifat intangible untuk berbagai investasi, baik yang bersifat material maupun immaterial," ujar Prof Niam, Rabu (28/10/2026) dalam momen peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Menurutnya, sifat kejujuran dan integritas semakin krusial di era digital saat ini. Berbagai ekosistem digital, baik platform sosial maupun komersial seperti e-commerce dan e-banking, semuanya dibangun di atas asas kepercayaan. Oleh karena itu, generasi muda yang merupakan digital native dituntut untuk menjaga reputasi dan integritas diri secara ketat.
"Begitu terjadi fraud, kecurangan, atau ketidakjujuran dalam transaksi digital, maka akan tercatat dan masuk daftar hitam (black list), yang berdampak langsung pada runtuhnya kepercayaan publik," tegas Guru Besar Bidang Ilmu Fikih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.
Lebih lanjut, Prof Niam menyampaikan bahwa spirit Sumpah Pemuda yang dipadukan dengan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW mengajarkan pemuda untuk senantiasa mengedepankan persamaan (kalimatun sawa'), bukan menonjolkan perbedaan primordial. Kejujuran atas komitmen bersama untuk bersatu menjadi fondasi dalam merawat harmoni bangsa di tengah keberagaman.
"Sifat al-shidqu, integritas, serta kesiapan untuk mengutamakan kepentingan bersama adalah ajaran universal yang harus terus ditumbuhkan. Dengan memegang teguh nilai-nilai ini, generasi muda akan tumbuh menjadi generasi penerus yang tangguh dan siap membangun peradaban bangsa yang unggul," ujarnya.
Berita
Hari Sumpah Pemuda, Prof Niam: Kejujuran dan Integritas Jadi Modal Utama Generasi Muda
Sadam
28 Okt 2026 13.101

MUIIntegritasKejujuranHari Sumpah PemudaProf KH Asrorun Niam SholehKetua MUI Bidang Fatwa
Berita Lainnya
BeritaHari Sumpah Pemuda, Kemensesneg Gelar Program Istana untuk Anak Sekolah
BeritaMenyongsong 1 Abad Sumpah Pemuda, KH Cholil Nafis Serukan Komitmen Kebangsaan Baru
BeritaMenhaj Gus Irfan: Layani Jamaah dengan Hati dan Jaga Integritas
Berita