Jakarta, MCNID.net--Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, KH M Cholil Nafis, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya ulama kharismatik, Tuan Guru Turmudzi Badaruddin.
Saat menghadiri takziyah dan tahlil, Kiai Cholil mengenang almarhum sebagai sosok ulama panutan yang mendedikasikan penuh hidupnya untuk membimbing serta memperjuangkan kemaslahatan umat.
"Malam ini saya takziyah dan tahlil kepada Alm. Tuan Guru Turmudzi. Ini bukan sekadar menyampaikan belasungkawa dan penghormatan terakhir, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengambil ibrah dari perjalanan hidup, keilmuan, keteladanan, dan perjuangannya," ujar Kiai Cholil melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @cholilnafis, Sabtu (17/10/2026).
Kiai Cholil mengungkapkan bahwa almarhum bukan hanya sekadar pemimpin umat, melainkan juga sosok pengayom yang memiliki perhatian besar terhadap masa depan dakwah dan pembinaan generasi muda.
"Saya mengenal almarhum sebagai tokoh umat yang menjadi panutan, sosok ulama yang tidak hanya mengabdikan hidupnya untuk membimbing umat, tetapi juga senang mengader dan membina generasi junior agar tumbuh menjadi penerus perjuangan," ungkapnya.
Menurut Wakil Ketua Umum MUI ini, visi dakwah Tuan Guru Turmudzi sangat berorientasi pada keberlanjutan. Almarhum meyakini bahwa perjuangan dakwah tidak berhenti pada masa kini, melainkan harus dipersiapkan untuk generasi pendatang.
Oleh karena itu, Rais Syuriah PBNU ini menekankan bahwa cara terbaik dalam menghormati mendiang Tuan Guru Turmudzi adalah dengan menjaga dan meneruskan warisan perjuangannya.
"Menghormati ulama yang telah wafat tidak cukup dengan mengenang jasa-jasanya, tetapi harus dengan meneruskan perjuangannya. Ilmunya kita pelajari, akhlaknya kita teladani, kader-kadernya kita kuatkan, dan pengabdiannya kepada umat kita lanjutkan. Sebab, ulama boleh berpulang, tetapi ilmu, keteladanan, dan perjuangannya harus tetap hidup sepanjang zaman," kata Kiai Cholil.




