Depok, MCNID.net--Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, KH M Cholil Nafis, mengingatkan umat Islam untuk menjaga lisan dan hati dari kebiasaan mengungkit-ungkit kebaikan yang pernah diberikan kepada orang lain. Menurutnya, perilaku suka sebut-sebut atau mengungkit jasa justru dapat menghapus pahala dan membuat amal kebaikan tersebut menjadi sia-sia di hadapan Allah SWT.
Kiai Cholil menuturkan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, masih banyak orang yang terjebak pada sikap merasa paling berjasa atas keberhasilan orang lain. Padahal, dorongan untuk mengungkit jasa tersebut lahir dari ketiadaan rasa ikhlas dalam berbuat baik.
"Kita sering ingat-ingat, sebut-sebut ke orang, 'Saya itu berbuat baik. Saya menolong dulu. Kalau enggak ada saya, enggak bisa begini dia.' Memang kita siapa? Kalau niatnya hanya agar orang ingat atau memuji kita, di situlah keikhlasan kita diuji. Padahal yang paling dasar dalam beragama adalah niat karena Allah," kata Kiai Cholil dalam pengajian rutinan Sabtu Mujahadah yang mengkaji Kitab Mauidzotul Mu'minin di Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat, Sabtu (24/10/2026).
Wakil Ketua Umum MUI ini menegaskan bahwa seseorang yang berbuat baik karena Allah tidak akan pernah ambil pusing apakah kebaikannya dibalas atau justru dilupakan oleh manusia.
Sebaliknya, menurut Kiai Cholil, orang yang menolong demi mengharapkan imbalan atau pengakuan manusia pasti akan mudah merasa kecewa ketika bantuannya tidak dibalas sesuai harapan.
Lebih lanjut, Kiai Cholil menjelaskan bahwa perkataan yang santun dan baik jauh lebih mulia dibandingkan memberikan bantuan tetapi diiringi dengan kalimat yang menyakiti hati atau menyebut-sebut jasa yang telah diberikan.
"Ucapan yang baik dan santun itu lebih baik daripada kita memberi bantuan, uang, atau pertolongan, tetapi setelah itu kita sebut-sebut dan ungkit-ungkit. Itu lebih baik tidak usah menolong. Betapa ucapan yang baik itu sangat berharga di sisi Allah," tegasnya.
Untuk menjaga amal kebaikan agar tidak terbuang sia-sia, Kiai Cholil mengajak seluruh jamaah dan para santri untuk melatih diri dan meluruskan niat dalam setiap ikhtiar sosial maupun ibadah. Kebiasaan mengungkit jasa harus dikikis dengan membiasakan berakhlak mulia serta senantiasa menggantungkan harapan hanya kepada Allah SWT.
"Yang membuat amal kita hilang itu kalau kita sendiri tidak ikhlas, melakukannya karena manusia atau sekadar pencitraan. Tetapi kalau semua diniatkan karena Allah, tidak ada yang terbuang sia-sia. Setiap kebaikan, sekecil apa pun, pasti Allah balaskan nikmatnya di dunia maupun pahala di akhirat kelak," tegasnya.
Kajian
Kiai Cholil Nafis Ajak Umat Tidak Mengungkit Jasa: Bikin Amal Kebaikan Menjadi Sia-Sia
Sadam
26 Okt 2026 15.203

Kiai Cholil Nafismenjaga lisan dan hatiumatpahala kebaikanmengungkit kebaikankebaikan
Berita Lainnya
KajianKH Cholil Nafis: Kebaikan Sekecil Apa pun Pasti Dibalas Allah
BeritaCegah Ajaran Sesat, Kiai Cholil Nafis Tekankan Pentingnya Pendidikan Agama Sejak Dini
BeritaKiai Cholil Nafis Tegaskan Imam Mahdi Asli Tidak Minta Upeti
Berita