Jakarta, MCNID.net--Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, KH M Cholil Nafis, menyatakan bahwa penunaian zakat merupakan kewajiban yang bersifat mutlak (mandatory) bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, bukan sekadar tindakan kedermawanan sukarela.
Bahkan, ulama kelahiran Madura pada 1 Juni 1975 ini menyebut melalaikan kewajiban zakat sama halnya dengan tindakan korupsi.
Pernyataan tersebut disampaikan Kiai Cholil melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @cholilnafis, pada Sabtu (3/10/2026).
"Zakat itu bukan kedermawanan, zakat itu mandatory. Kedermawanan itu kalau infak, sedekah, wakaf, itu baru kedermawanan. Tapi kalau orang berzakat bukan dermawan, itu kewajiban. Kalau kita tidak berzakat berarti kita korupsi," tegas Kiai Cholil.
Menurutnya, pemahaman mendasar mengenai kedudukan zakat dalam Islam harus tertanam kuat, termasuk di lingkungan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Komisaris BSI ini menambahkan, seiring dengan tumbuhnya kinerja perusahaan dan meningkatnya pendapatan para karyawan hingga mencapai target, penunaian zakat otomatis menjadi instrumen penting yang tidak boleh diabaikan.
Wakil Ketua Umum MUI ini mengapresiasi komitmen manajemen BSI di bawah kepemimpinan Direktur Utama Anggoro Eko Cahyo yang telah mewajibkan zakat bagi jajarannya.
Rais Syuriah PBNU ini menekankan bahwa zakat tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban agama, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat dalam mengentaskan kemiskinan dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah.
Lebih lanjut, Ketua Badan Pengurus DSN MUI ini mendorong insan BSI untuk terus bekerja secara profesional (itqan), bersikap husnudzon dalam menghadapi dinamika kerja, serta berani berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Melalui kesadaran menunaikan zakat dan kinerja yang optimal, Kiai Cholil berharap BSI mampu mewujudkan perannya secara utuh di tengah masyarakat, yakni sebagai sahabat finansial, sahabat sosial, dan sahabat spiritual.
"Berani memberi, berani peduli, berani berkontribusi; sehingga zakat tidak hanya menunaikan kewajiban, tetapi juga menyalakan harapan dan menghidupkan kebermanfaatan," ungkapnya.




