Kairo, MCNID.net--Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, memimpin delegasi MUI dalam kunjungan silaturahim dengan Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Al-Azhar Asy-Syarif, Syeikh Ayman Abdul Ghani, di kantor pusat Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Pertemuan silaturahim ini digelar secara khusus untuk mempererat dan meningkatkan kerja sama strategis di bidang ilmiah, pendidikan, serta pengembangan dakwah Islam moderat.

Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Al-Azhar Asy-Syarif,
​Syeikh Ayman Abdul Ghani menyambut hangat kedatangan Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis beserta rombongan.

Dia menegaskan bahwa Al-Azhar Asy-Syarif, di bawah kepemimpinan Imam Besar Prof Ahmed El-Tayeb, senantiasa konsisten menjadi menara pelita bagi moderasi dan keseimbangan beragama di tingkat global.


​Dia juga menyoroti kedalaman hubungan historis yang telah terjalin selama berabad-abad antara Al-Azhar dan bangsa Indonesia. Menurutnya, jejak sejarah tersebut terlihat jelas dari keberadaan Riwaq Jawi (Asrama Mahasiswa Jawa/Nusantara) di masa lalu, yang menjadi tempat menuntut ilmu para pelajar Indonesia.

​"Para pelajar Indonesia mencerminkan teladan yang mulia dalam kesungguhan, kerja keras, ketekunan, dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan," ujar Syeikh Ayman Abdul Ghani, mengapresiasi kontribusi positif para diaspora pelajar Indonesia di Mesir, Senin (2/11/2026).

​Lebih lanjut, Syeikh Ayman memaparkan data mengenai masifnya hubungan pendidikan ini. Saat ini, jumlah pelajar Indonesia di tingkat pra-universitas Al-Azhar telah mencapai 18.820 siswa, dengan 1.281 di antaranya merupakan penerima beasiswa resmi.

Selain itu, terdapat 35 sekolah di Indonesia yang ijazahnya telah disetarakan (mu'adalah), lima institut di bawah pengawasan Al-Azhar, serta 75 pengajar utusan (muba'uts) yang dikirim langsung ke Indonesia.

​Dalam pertemuan tersebut, Al-Azhar juga menyatakan kesiapannya untuk memperluas kerja sama pembinaan imam dan da’i bersama MUI. Program ini rencananya akan difasilitasi melalui Akademi Internasional Al-Azhar untuk Pelatihan Imam dan Dai yang memiliki keahlian luas dalam membekali juru dakwah menghadapi tantangan kontemporer.


​Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan upaya berkelanjutan Imam Besar Prof Ahmed El-Tayeb dalam melayani Islam serta umat Muslim di seluruh dunia.

Kiai Cholil menegaskan bahwa bagi umat Islam di Indonesia, Al-Azhar bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan rujukan ilmiah dan keagamaan yang sangat kokoh.

​"Al-Azhar merupakan rujukan ilmiah dan keagamaan yang kokoh bagi umat Islam di Indonesia. Metode moderatnya yang mencerahkan telah berkontribusi besar dalam memperkaya kehidupan beragama dan intelektual di negara kami," ungkap Kiai Cholil Nafis di hadapan para pejabat tinggi Al-Azhar.

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini menambahkan, saat ini MUI menaungi sekitar 88 organisasi Islam di Indonesia, di mana seluruhnya menganut paham Ahlussunnah wal Jamaah.

Rais Syuriah PBNU ini mencatat bahwa sebagian besar pengurus dan tokoh penting di dalam struktur MUI merupakan para alumni Al-Azhar.

​"Al-Azhar telah lama menjadi kiblat keilmuan dan rujukan intelektual kami. Manhaj moderat yang diajarkan di sana telah memberikan banyak sekali manfaat nyata bagi kedamaian dan kemajuan peradaban Islam di Indonesia," kata Kiai Cholil Nafis.