Jakarta, MCNID.net--Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI), KH M Cholil Nafis, menyoroti pentingnya mengintegrasikan layanan perbankan syariah nasional langsung ke dalam seluruh rantai ekosistem ibadah haji dan umrah.

Pernyataan tersebut disampaikan Kiai Cholil saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Ekonomi Syariah bertajuk "Membangun Masa Depan Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan" di Grand on Thamrin Ballroom, Hotel Pullman Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026).

Dalam sesi diskusi panel bertema "Dari Visi Menuju Aksi: Mempercepat Transformasi Ekonomi Syariah Indonesia", Kiai Cholil menilai bahwa potensi ekonomi ibadah haji dan umrah jamaah Indonesia yang amat besar belum sepenuhnya terintegrasi secara optimal dengan instrumen keuangan dan industri halal dalam negeri.

"Bagaimana haji bisa di-link-kan instrumennya dengan halal dan bank syariah. Ini langkah konkret yang harus kita wujudkan agar nilai ekonomi dari ibadah haji dapat kembali mendorong ekosistem syariah nasional," ujar Kiai Cholil.

Sebagai bentuk terobosan nyata dalam integrasi tersebut, Kiai Cholil membeberkan rencana BSI yang bersiap meresmikan kantor cabang operasionalnya di Arab Saudi pada November 2026 mendatang setelah mengantongi izin resmi.

Dengan keberadaan cabang BSI di Makkah, berbagai transaksi keuangan jamaah Indonesia, seperti pembayaran dam (denda haji), tidak perlu lagi melalui perbankan asing. Transaksi dapat dilakukan secara langsung melalui jaringan bank syariah milik Indonesia yang beroperasi di Arab Saudi.

"Nanti bayar dam itu tidak usah ke Al Rajhi, bisa bayar dam lewat BSI. Dan itu bayarnya di Makkah, bukan di Indonesia, pakai bank Indonesia. Ini cara memaksimalkan linkage antara layanan keuangan nasional dengan kebutuhan riil jamaah di Tanah Suci," tegasnya.

Kiai Cholil menambahkan bahwa penguatan konektivitas ini menjadi kunci penting untuk mengubah pergerakan ekonomi syariah dari sekadar transaksi keuangan menjadi pemberdayaan ekosistem secara utuh. Hal ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi perbankan syariah Indonesia di kancah global.

"Kunci transformasi adalah menyatukan arah dan memperkuat konektivitas antarprogram. Dari yang tadinya berjalan sendiri-sendiri, kita gerakkan menuju shared agenda yang berdampak langsung bagi masyarakat," kata Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah ini. 

Seminar nasional ini turut dihadiri oleh Direktur Utama Nusantara TV Randy M Tampubolon, Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M Juhro, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Dadang Muljawan, Founder Indonesia Halal Lifestyle Center Sapta Nirwandar, serta Ekonom Syariah Adiwarman Azwar Karim.