Jakarta, MCNID.net--Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, KH M Cholil Nafis, mengungkapkan tiga kiat utama untuk meraih kesuksesan dan memberikan kebermanfaatan di lingkungan kerja PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), yaitu keberanian, profesionalisme (itqan), dan sikap husnudzon.
Hal tersebut disampaikan Kiai Cholil melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @cholilnafis, pada Sabtu (3/10/2026). Menurut Kiai Cholil, pondasi awal untuk menjadi pribadi yang bermanfaat adalah memiliki keberanian dalam mengambil tindakan dan keputusan sesuai dengan tugas yang diemban.
"Pertama, untuk bermanfaat kita harus punya nyali, ada keberanian. Keberanian mengambil tindakan sesuai yang kita lakukan," ujar Kiai Cholil Nafis yang juga Komisaris BSI.
Kiat kedua yang Kiai Cholil Nafis tekankan adalah memelihara sikap husnudzon (berprasangka baik) dalam menyikapi setiap dinamika organisasi, seperti pergeseran atau rotasi jabatan. Kiai Cholil Nafis mengimbau karyawan BSI agar tidak merasa dibuang atau berprasangka buruk (su'udzon) saat menghadapi perubahan posisi.
"Kalau kita husnudzon bukan su'udzon, apa yang terjadi itu menjadi kebaikan. Kalau diberikan kebaikan dia bersyukur, kalau diberi keburukan dia bersabar. Cara bersyukur di BSI itu adalah bekerja lebih baik, lebih baik, lebih baik," jelasnya.
Selanjutnya, kiat ketiga adalah menerapkan prinsip kerja secara itqan atau profesional. Hal ini diwujudkan dengan mempersiapkan kemampuan diri sebaik mungkin dan mengeksekusi pekerjaan dengan kualitas tertinggi.
Wakil Ketua Umum MUI ini menegaskan bahwa kombinasi keberanian, sikap positif, dan kerja profesional tersebut pada akhirnya bertujuan untuk membawa insan BSI menjadi pribadi sukses yang mampu memberi manfaat luas, baik sebagai sahabat finansial, sosial, maupun spiritual bagi masyarakat.
"Arahnya ke mana? Untuk menjadi orang sukses. _Khairunnas 'indallah anfa'uhum linnas_ (sebaik-baiknya manusia di sisi Allah adalah yang paling bermanfaat bagi orang lainl)," tegasnya.




