Jombang, MCNID.net--Suasana duka mendalam masih menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menyusul wafatnya tokoh ulama perempuan kharismatik, Ibu Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid.

Kediaman almarhumah yang berlokasi di kawasan Ribath Al Lathifiyah 1 terus didatangi gelombang pelayat yang ingin memberikan penghormatan serta doa terbaik.

Berbagai lapisan masyarakat mulai dari ulama, tokoh lintas sektor, hingga jajaran pejabat pemerintahan secara bergantian hadir menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, hadir secara langsung melayat ke rumah duka didampingi sang istri, Arumi Bachsin, pada Selasa (6/10/2026).

Dalam keterangan yang diterima, Rabu (7/10/2026), kedatangan rombongan Emil Dardak dan staf Pemprov Jatim tersebut disambut langsung oleh pihak keluarga almarhumah, seperti Bu Nyai Chisbiyah Wahab, putri almarhumah Ning Ulfa, dan sang menantu Gus Mujib.

Dalam momen penuh rasa haru tersebut, Emil menyampaikan ucapan duka cita mendalam atas nama pribadi maupun mewakili jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Emil juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga karena baru bisa melayat akibat harus menuntaskan serangkaian agenda kedinasan di luar daerah.

"Kami tentu merasa sangat kehilangan sosok Ibu Nyai Machfudhoh, seorang tokoh yang sangat luar biasa," kata Emil saat memberikan keterangannya di rumah duka.

Menurut Emil, almarhumah merupakan figur ulama perempuan teladan yang sepanjang hayatnya konsisten memancarkan ketulusan dalam mengabdi dan membina umat.

Almarhumah dikenal tak pernah lelah memberikan perhatian serta pengayoman kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang.

"Di setiap majelis dan kegiatan kemasyarakatan, beliau dalam keadaan apa pun dan di usia yang sudah senior terus hadir memberikan semangat kepada kita yang muda-muda," tutur Emil.

Ia menegaskan bahwa rekam jejak perjuangan serta konsistensi almarhumah dalam mendidik masyarakat adalah warisan berharga yang patut dilanjutkan generasi penerus.

"Tentu kita semua akan terus melanjutkan warisan perjuangan beliau, khususnya dalam memajukan pesantren dan membina umat," ujar mantan Bupati Trenggalek tersebut.

Emil juga teringat akan berbagai nasihat dan masukan menyejukkan dari almarhumah yang kerap menjadi pendorong semangat bagi para pimpinan daerah dalam menjalankan roda pemerintahan.

"Saya dan Bu Khofifah terus terang banyak terbantu oleh kebersamaan dan arahan beliau dalam mengemban amanah di Jawa Timur," kenang Emil.

Ia menambahkan, arahan dari almarhumah senantiasa menjadi pengingat agar setiap kebijakan publik yang dirumuskan Pemprov Jatim selalu berpihak pada kesejahteraan rakyat dan kemajuan pesantren.

Rangkaian penghormatan terakhir tersebut berlangsung khidmat, terlebih dengan hadirnya Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim, yang turut berziarah ke makam Pahlawan Nasional KH Wahab Chasbullah serta mengikuti tahlil hari ketiga.