Jakarta, MCNID.net--Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M Cholil Nafis menyatakan bahwa ajaran Islam menjunjung tinggi kehormatan jiwa manusia dan secara tegas melarang segala bentuk kekerasan yang menimbulkan korban jiwa. Hal tersebut disampaikan merespons insiden serangan yang menyasar kawasan Bandara Riyadh, Arab Saudi.
Kiai Cholil menyampaikan duka cita yang mendalam atas munculnya korban jiwa akibat serangan militer di kawasan bandara tersebut. Kiai Cholil menegaskan nilai fundamental Islam yang menolak tindakan teror maupun serangan yang mengancam nyawa warga sipil.
"Kita menyampaikan duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa akibat serangan yang terjadi di Riyadh. Islam mengajarkan penghormatan terhadap jiwa manusia dan melarang segala bentuk kekerasan yang menimbulkan korban sipil," ujar Kiai Cholil Nafis
melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @cholilnafis, Senin (12/10/2026).
Atas dasar prinsip keagamaan dan kemanusiaan universal tersebut, Kiai Cholil Nafis mengecam seluruh bentuk tindakan yang merusak upaya menciptakan perdamaian kawasan.
"Karena itu, kami mengutuk setiap tindakan yang mengancam keselamatan masyarakat dan mengganggu upaya mewujudkan perdamaian serta stabilitas kawasan," tegasnya.
Melihat eskalasi konflik yang kian memanas di Timur Tengah, Kiai Cholil mendesak seluruh pihak yang bertikai untuk segera menghentikan tindak kekerasan dan kembali ke meja perundingan. Menurutnya, dampaknya tidak hanya merusak keamanan nasional negara setempat, tetapi juga mengganggu kehidupan sosial dan ibadah umat Islam.
"Kami juga menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat agar menahan diri dan mengedepankan jalur dialog serta diplomasi. Konflik yang terus meningkat hanya akan memperbesar penderitaan masyarakat, mengganggu aktivitas ibadah, ekonomi, dan kemanusiaan, serta berpotensi memperluas ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah," jelasnya.
Selain menekankan ajaran Islam terkait perdamaian, Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah ini turut mengingatkan Pemerintah Indonesia agar tetap waspada dan mengambil tindakan nyata untuk mengamankan WNI yang berada di Arab Saudi.
"Kepada Pemerintah Republik Indonesia, kami berharap agar terus memantau perkembangan situasi keamanan, khususnya yang berkaitan dengan jalur penerbangan menuju dan dari Arab Saudi. Langkah antisipatif perlu dilakukan untuk menjamin keselamatan warga negara Indonesia, termasuk jamaah umrah, jamaah haji, pekerja migran, dan masyarakat Indonesia yang berada di kawasan tersebut," tambahnya.
Ulama kelahiran Madura pada 1 Juni 1975 ini menekankan bahwa dalam situasi krisis geopolitik, perlindungan dan keselamatan warga negara Indonesia di luar negeri harus selalu dijadikan perhatian nomor satu oleh pemerintah.




