Jakarta, MCNID.net--Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, memberikan kecaman keras terhadap potongan video ceramah Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf yang viral di media sosial. Kiai Cholil menilai gaya dan isi ceramah tersebut sudah melampaui batas dan tidak pantas untuk ditiru maupun disebarkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Kiai Cholil Nafis melalui akun X (Twitter) pribadinya, @cholilnafis, pada Ahad (18/10/2026). Dalam cuitannya, Kiai Cholil Nafis menegaskan bahwa figur dengan rekam jejak ceramah semacam itu sudah kehilangan kelayakannya sebagai seorang pemuka agama.
"Seperti ceramahnya asli ini. Begini ini mau apapun statusnya tak layak menjadi penceramah. Bikin rusak agama dan manusia dengan ceramah model gini. Boro-boro menyebarkan Islam, malah ini yang merusak Islam," tulis Kiai Cholil Nafis melalui akun X pribadinya, dikutip Senin (19/10/2026).
Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah ini juga menyerukan kepada masyarakat luas agar bersikap tegas dengan tidak lagi memberikan ruang atau mengundang penceramah yang bersangkutan ke berbagai majelis taklim.
"Sodare-sodare, jangan undang lagi dan tak usah diikuti majelisnya orang model gini ya," imbuhnya.
Sorotan publik ini bermula dari beredarnya potongan video ceramah seorang pendakwah yang memuat pernyataan kontroversial dan dinilai merendahkan kaum perempuan. Dalam rekaman yang menuai gelombang kritik dari warganet tersebut, penceramah itu awalnya membicarakan standar honorarium yang diterimanya saat memenuhi undangan ceramah, di mana ia mengeklaim memasang tarif paling rendah sebesar Rp75 juta yang disambut tawa jamaah.
Situasi kemudian memicu polemik ketika pembicara tersebut melontarkan candaan terkait santriwati. Ia secara terbuka meminta agar para santri perempuan dihadirkan ke hadapannya dengan dalih ingin mencari calon istri keempat.
"Keluarkan santri-santri perempuan. Santri laki-laki gue udah eneg. Perempuan, keluarin ane mau pilih. Mudah-mudahan ada santri perempuan yang mau saya jadiin istri keempat," ujar penceramah dalam video tersebut.
Tidak hanya itu, dalam potongan video yang sama, ia juga melontarkan pernyataan bernada merendahkan terhadap jamaah perempuan lanjut usia. Ia menyebut kehadiran emak-emak berusia di atas 60 tahun mengganggu pemandangannya saat berdakwah, sebelum akhirnya berkedok bahwa dirinya hanya sedang bergurau.
"Enggak ada pahalanya ceramah depan emak-emak, ngotor-ngotorin mata. Tapi kalau perawan seger. Maaf-maaf nih, ane begini, aye tukang becanda," ucapnya.
Berdasarkan penelusuran warganet di kolom komentar berbagai platform digital, sosok dalam video tersebut diidentifikasi sebagai Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf. Kendati demikian, polemik ini terus memicu perdebatan luas di tengah masyarakat, khususnya terkait etika berdakwah serta fenomena materi ceramah yang dinilai tidak mendidik dan justru dinormalisasi oleh sebagian jamaah yang hadir di lokasi.




