Jakarta, MCNID.net— Serangan siber terhadap sistem sumber daya manusia dan penggajian milik penyedia perangkat lunak Avelogic berdampak pada 48 masjid dan sejumlah lembaga Islam di Singapura.

Meski sistem yang digunakan untuk pengelolaan administrasi dan penggajian tersebut mengalami gangguan, Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) memastikan para pegawai tetap menerima gaji tepat waktu dan layanan keagamaan kepada masyarakat tidak terganggu.

MUIS menyebut, lembaga yang terdampak dalam insiden tersebut meliputi 48 masjid, empat madrasah, Islamic Learning Hub and Management Office (ILHAM), serta Mosque-Madrasah-Wakaf Shared Services (MMWSS).

Untuk mencegah gangguan terhadap pembayaran gaji, MUIS telah menyiapkan mekanisme penggajian alternatif bagi organisasi-organisasi yang terdampak.

“MUIS prihatin terhadap dampak insiden ini terhadap organisasi dan para pegawai mereka. MUIS bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang terdampak untuk memastikan para pegawai tetap menerima gaji tepat waktu,” demikian pernyataan MUIS sebagaimana dikutip AsiaOne (17/9/2026)

Selain persoalan penggajian, MUIS menyatakan sejauh ini tidak terdapat gangguan terhadap pelayanan keagamaan maupun layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

MUIS juga menegaskan akan terus mendukung lembaga yang terdampak agar fungsi penting sumber daya manusia dan penggajian tetap berjalan selama proses pemulihan sistem berlangsung.

“Pengaturan penggajian alternatif telah diberlakukan, dan tidak ada gangguan terhadap layanan keagamaan maupun layanan publik,” ujar MUIS.

Sementara itu, penyelidikan terhadap kemungkinan pencurian data masih berlangsung. Avelogic telah memulihkan data yang terdampak dan melibatkan pakar keamanan siber independen untuk melakukan pemeriksaan forensik.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, MUIS menyebut belum ditemukan bukti bahwa data dalam jumlah besar telah diambil dari sistem tersebut.

“Berdasarkan penyelidikan hingga saat ini, tidak ada bukti bahwa sejumlah besar data telah diambil dari sistem. Data yang tersimpan dalam sistem terdampak juga telah dienkripsi sebagai lapisan perlindungan tambahan,” ujar MUIS.

Insiden tersebut juga telah dilaporkan kepada kepolisian Singapura. MUIS menyatakan tidak ada uang tebusan yang dibayarkan terkait serangan tersebut, sementara Avelogic masih melanjutkan penyelidikan mengenai insiden dan dampaknya terhadap para pengguna sistem di berbagai sektor.

“Laporan kepada kepolisian telah dibuat dan tidak ada uang tebusan yang dibayarkan,” demikian keterangan MUIS.