Jakarta, MCNID.net--Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI), KH M Cholil Nafis, mengingatkan masyarakat bahwa kekufuran dan kezaliman menjadi penyebab utama hilangnya berbagai nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, kesadaran untuk terus bersyukur dan menempatkan segala sesuatu sesuai porsinya menjadi hal yang sangat krusial.

Ulama kelahiran Madura pada 1 Juni 1975 ini menjelaskan bahwa nikmat yang diberikan Allah SWT pada dasarnya tidak terbatas dan tak sanggup dihitung oleh manusia. Namun, sifat kufur dan zalim sering kali membuat nikmat tersebut perlahan dicabut.

"Nikmat kalau kita hitung tidak akan pernah bisa terhitung. Tetapi manusia banyak yang kufur dan zalim. Penyebab hilangnya nikmat itu adalah kekufuran, serta kezaliman saat kita tidak bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya," ujar Kiai Cholil Nafis, Kamis (17/9/2026). 

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah ini memaparkan bahwa bentuk kezaliman dan kekufuran sering kali muncul tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari. 

Salah satu contohnya adalah ketika seseorang merasa kekayaan, kejayaan, atau prestasi yang diraih merupakan hasil dari kepintaran dan kehebatannya sendiri, lalu melupakan peran serta takdir Allah SWT.

Lebih lanjut, Ketua Badan Pengurus DSN MUI ini menegaskan bahwa nikmat Allah tidak hanya sebatas materi atau harta benda, melainkan mencakup iman, Islam, keluarga yang saleh, serta kesehatan. 

Ketika manusia enggan mensyukuri nikmat-nikmat dasar tersebut, Allah tak jarang memberikan teguran berupa rasa sakit atau ketidaknyamanan agar manusia kembali menyadari betapa berharganya karunia yang sempat diabaikan.

"Kadang-kadang kita perlu 'dijewer' oleh Allah untuk mensyukuri nikmat-Nya. Kita diberikan rasa tidak nyaman atau tidak enak makan, agar kita kembali bisa menikmati dan menghargai nikmatnya makan serta sehat," tambahnya.

CEO Amanah Zakat ini mengimbau seluruh umat Islam untuk menjauhi sifat sombong dan merasa puas diri. Kiai Cholil mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, merawat rasa syukur atas setiap karunia sekecil apa pun, serta mempergunakan nikmat yang ada di jalan yang diridhai Allah SWT agar senantiasa mendatangkan keberkahan.