Jakarta, MCNID.net--Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, KH M Cholil Nafis, mengingatkan masyarakat luas untuk senantiasa menjaga dan mensyukuri nikmat kesehatan. Menurutnya, kesehatan merupakan aset hidup yang sangat bernilai, namun kerap diabaikan dan baru terasa betapa berharganya ketika seseorang sudah terbaring sakit.
Ulama yang akrab disapa Kiai Cholil ini menyitir ungkapan bijak untuk menggambarkan betapa krusialnya fisik yang bugar dalam kehidupan sehari-hari.
"Ash-shihhatu taajun 'alaa ru'uusi al-ashihhaa'i laa yarahaa illal mariidh. Kesehatan itu ibarat mahkota indah di atas kepala orang-orang yang sehat, tetapi tidak ada yang bisa melihat keagungannya kecuali mereka yang sedang terbaring sakit," ujar Kiai Cholil Nafis, Kamis (17/9/2026).
Wakil Ketua Umum MUI ini menjelaskan bahwa masyarakat sering kali menganggap kondisi tubuh bugar serta kelancaran beraktivitas harian sebagai hal yang biasa. Padahal, ketika rasa sakit datang, bahkan sekadar gangguan fisik ringan, seluruh kenikmatan hidup seketika sirna. Banyak orang di luar sana yang memiliki keinginan kuat untuk beribadah dan berkumpul bersama, namun terhalang oleh keterbatasan fisik.
Lebih lanjut, CEO Amanah Zakat ini juga menyoroti kekeliruan masyarakat yang kerap menempatkan harta benda di atas segala-galanya. Menurutnya, pemaknaan tentang rezeki dan nikmat harus diluruskan agar manusia tidak terjebak pada pandangan materi semata.
"Banyak orang berpikir rezeki itu cuma harta. Padahal, urutan nikmat terbesar itu pertama nikmat iman dan Islam, kedua keluarga serta teman yang baik, dan ketiga adalah nikmat sehat. Harta itu justru berada di urutan terakhir," tegasnya.
Kiai Cholil Nafis mengimbau masyarakat untuk tidak menunggu datangnya teguran berupa rasa sakit baru belajar bersyukur. Kiai Cholil mengajak seluruh umat untuk memanfaatkan fisik yang sehat dengan memperbanyak ibadah, mempererat tali silaturahmi, serta menggunakannya untuk menebar kebaikan sebelum nikmat tersebut dicabut oleh Sang Pencipta.




