Jakarta, MCNID.net--PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersiap memperluas jangkauan operasionalnya di tingkat internasional dengan membuka kantor cabang resmi di Arab Saudi pada November 2026 mendatang. Kepastian ini disampaikan oleh Komisaris BSI yang juga Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI), KH M Cholil Nafis.
Hal tersebut diungkapkan Kiai Cholil Nafis saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Ekonomi Syariah bertajuk "Membangun Masa Depan Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan" di Grand on Thamrin Ballroom, Hotel Pullman Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026).
ā"Insya Allah bulan depan, November, kita akan _launching._ sudah dapat izin untuk membuka (cabang) di Arab Saudi," ungkap Kiai Cholil di hadapan peserta seminar.
Kiai Cholil menjelaskan bahwa ekspansi BSI ke Tanah Suci bukan sekadar perluasan jaringan bisnis perbankan, melainkan langkah konkret untuk menghubungkan (linkage) instrumen keuangan syariah nasional langsung dengan ekosistem ibadah haji dan umrah jamaah Indonesia.
Selama ini, berbagai transaksi keuangan jamaah maupun penyelenggara haji Indonesia di Arab Saudi masih sangat bergantung pada perbankan lokal setempat. Dengan hadirnya cabang BSI di Makkah, potensi perputaran dana haji dan umrah dapat dikelola langsung oleh bank syariah milik bangsa.
ā"Nanti bayar dam itu tidak usah ke Al Rajhi, bisa bayar dam lewat BSI. Bayarnya di Makkah, pakai bank Indonesia, tapi ada di Makkah. Ini cara bagaimana kita memaksimalkan linkage antara instrumen keuangan syariah dengan kebutuhan riil jamaah," jelasnya.
Hal ini juga menjadi bagian dari upaya BSI dalam memperkuat portofolio pembiayaan serta mengoptimalkan potensi pasar keuangan syariah yang terintegrasi dari hilir ke hulu. Kiai Cholil menyebutkan bahwa saat ini sekitar 55 persen porsi pembiayaan BSI masih mendominasi di sektor konsumen (consumers), seperti perumahan dan pembiayaan rumah tangga. Ekspansi ke luar negeri ini diharapkan dapat memperluas cakupan ekosistem syariah secara lebih luas.
Dalam sesi diskusi panel bertema "Dari Visi Menuju Aksi: Mempercepat Transformasi Ekonomi Syariah Indonesia", Kiai Cholil turut menekankan bahwa kunci transformasi ekonomi syariah nasional terletak pada keberanian membangun kolaborasi dan menghilangkan ego sektoral.
"Kunci transformasi bukan sekadar memperbanyak program, melainkan menyatukan arah dan memperkuat konektivitas. Kita harus mengubah dari sekadar transaksi keuangan menjadi pemberdayaan sektor riil dan ekosistem yang saling terhubung," tegas Kiai Cholil.
Seminar nasional yang digagas atas kerja sama Nusantara TV dan Bank Indonesia ini turut dihadiri oleh Direktur Utama Nusantara TV Randy M Tampubolon, Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M Juhro, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Dadang Muljawan, Founder Indonesia Halal Lifestyle Center Sapta Nirwandar, serta Ekonom Syariah Adiwarman Azwar Karim.




